JoomlaLock.com All4Share.net

Pendidikan

Menyedihkan, 84 Persen Siswa Pernah Alami Kekerasan di Sekolahan

SE - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengungkapkan, lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang rentan dengan berbagai tindak kekerasan. Bahkan merujuk pada temuan Kemendikbud, 84 persen siswa pernah mengalami kekerasan di sekolah yang pelakunya bisa guru atau pun sesama anak didik.

"Belum ada penurunan yang signifikan sepanjang 2010-2015. Angka ini mengkhawatirkan. Untuk itu perlu ada upaya yang sangat serius untuk mengantisipasinya," katanya di gedung DPD, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (13/6).

Dia menjelaskan, ada tiga hal utama yang jadi perhatian dalam penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan pendidikan. Pertama, harus ada regulasi khusus yang mewajibkan negara hadir dalam mengatasi tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Kedua, lanjutnya, membuat saluran pelaporan dan perlindungan khusus bagi anak yang mengalami tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Yang ketiga adalah belum tersedianya koordinasi oleh setiap pihak di lingkungan sekolah untuk saling mendukung dalam pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan.

"Kemendikbud dalam menangani tindak kekerasan akan menerapkan tiga komponen, yaitu penanggulangan, pemberian sanksi dan pencegahan," tegasnya.

Selama ini, lanjutnya, penanganan dilakukan secara kasuistik, tidak terstruktur dan langsung masuk ke ranah hukum. Sudut pandang penanganannya pun bukan sebagai masalah pendidikan.

Mengingat gentingnya masalah kekerasan di lingkungan pendidikan, kata Anies, maka pendekatannya harus dimulai dari penanggulangan terlebih dahulu. “Lalu pemberian sanksi, baru pencegahan," imbuh mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Lebih lanjut Anies mengatakan, Kemendikbud telah menyusun beberapa regulasi yang menyasar semua sekolah agar bisa mencegah terjadinya tindak kekerasan. Tujuannya adalah untuk membangun sistem pendidikan yang dapat mencegah adanya tindak kekerasan.

“Kita memiliki Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, yang mengharuskan adanya tim pencegah kekerasan tiap sekolah di tiap daerah juga ada gugus pencegah kekerasan," pungkasnya. ®

Read 1277 times
Share this article

About author

Admin

PT. SEGUGUK EKSPRES INTERMEDIA
Jl.Veteran No.01 Kel.Cintaraja Kota Kayuagung
Kabupaten Ogan Komering Ilir – 30614 Sumsel

Login to post comments
SE - Anda memiliki masalah dengan jerawat yang meradang? Cobalah
SE - Sudah rahasia umum bahwa merokok adalah kebiasaan yang ...
SE - Mejelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan program di TVRI
SE - Pertanyaan tentang pemeran Dono, Kasino Indro dalam film
SE - Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ...
SE - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai ...
SE - Ramadhan bulan penuh kesucian dan keberkahan. Bulan dimana
SE - Kabar baik untuk Anda yang memiliki banyak anak. Penelitian
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…